Calender

Rabu, 25 Februari 2009

CORNERING

BARU-baru ini muncul istilah cornering di kalangan bursa, terutama dengan adanya kasus saham BII yang jatuh dari harga Rp 150 sampai ke harga Rp 90 dikarenakan BPPN ingin menjual saham tersebut.
Harga saham di bursa merupakan harga patokan yang digunakan untuk menentukan harga saham tersebut dijual oleh BPPN. Tetapi, ada beberapa pemain yang melakukan cornering terhadap saham tersebut sehingga Bursa Efek Jakarta (BEJ) melakukan pemeriksaan terhadap broker yang melakukan transaksi saham BII.
Beberapa pihak ingin tahu arti cornering dan tindakan apa yang diambil BEJ karena hal itu. Risiko apa saja yang dihadapi bila bertransaksi saham di mana saham tersebut mengalami cornering? Apa saja yang dimiliki investor sehingga bisa melakukan cornering? Bagaimana saham yang sedang mengalami cornering? Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
Cornering merupakan tindakan transaksi yang dilakukan satu pihak atau lebih untuk menurunkan harga atau menaikkan harga sampai harga yang diinginkan. Motivasi melakukan cornering adalah untuk mendapat keuntungan dari para investor yang turut bertransaksi pada saham tersebut.
Harga penutupan saham pada hari bersangkutan merupakan harga saham semu sehingga tidak dapat digunakan sebagai patokan, tetapi mau tidak mau harga tersebut merupakan harga penutupan pada hari tersebut untuk saham yang bersangkutan.
Bila pihak tertentu ingin melakukan transaksi untuk membeli saham tertentu, dapat juga pada saham tersebut dilakukan cornering atau diturunkan sampai pada tingkat tertentu agar saham tersebut dibeli pada harga murah. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan mayoritas dalam perusahaan.
Misalkan, X mempunyai saham sebesar 30 persen dari total saham di PT "Y" yang terdaftar di Bursa Efek dan ingin meningkatkan porsi kepemilikannya, maka X membeli saham tersebut di bursa. Biasanya, berdasarkan peraturan bursa dan pengawas pasar modal dalam hal ini Bapepam dan SEC untuk Amerika Serikat, peningkatan porsi kepemilikan harus diumumkan kepada publik sehingga semua tahu, karena mempengaruhi kinerja perusahaan.
Kejadian selanjutnya, harga saham tersebut bisa naik melebihi harga yang sewajarnya karena adanya ekspektasi bahwa kenaikan porsi kepemilikan membuat jumlah saham yang diperdagangkan mengalami penurunan. Tetapi, bisa saja harga saham mengalami penurunan karena beberapa investor mempunyai ekspektasi yang negatif, yaitu perusahaan tidak akan transparan karena perusahaan akan dikontrol pihak yang menaikkan porsi kepemilikan tersebut. Uraian tersebut merupakan kasus normal di mana tidak terjadi cornering.
Selanjutnya, X ingin mendapat harga yang lebih murah atas pembelian saham agar secara rata-rata nilai pembelian saham sesuai dengan harapan. X melalui broker yang dia kenal, melakukan transaksi dengan menjual saham sebanyak-banyaknya agar harga turun ke bawah sampai harga tertentu. Akibat harga saham yang jatuh tersebut, pemilik saham juga menjual turun ke bawah karena ketakutan harga saham akan drop terus. Pada sisi lain, X sudah menampung dengan membeli saham tersebut dari broker sebanyak saham yang dia inginkan sehingga X tetap memiliki saham PT "Y" sesuai yang diharapkan.
BILA investor ingin mendapatkan capital gain maka investor dapat melakukan cornering dengan sendiri-sendiri atau bergabung dengan beberapa investor.
Saya dapat mengatakan bahwa pemain yang melakukan transaksi cornering dikenal dengan sebutan bandar bursa. Para bandar bursa tersebut bergabung menaikkan harga saham tertentu sehingga pihak lain mengalami kerugian.
Kasus ini pernah terjadi pada saham Bank Pikko. Awalnya, saham tersebut diturunkan sedikit sehingga banyak pihak yang melakukan short selling karena beberapa investor merasa akan mendapat untung dan akan membeli sahamnya di bawah. Tetapi, kesempatan untuk membeli saham tersebut tidak terjadi karena bandar bursa tersebut membeli saham dengan menaikkan harga sampai ke atas sampai pada level tertentu sehingga pihak lain hanya membeli lebih tinggi sedikit dari harga tersebut, di mana saham yang dibeli merupakan saham yang dimiliki para bandar tersebut.
TINDAKAN cornering merupakan tindakan manipulasi pasar dan dilarang Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal pada Pasal 91 dan Pasal 92.
Manipulasi pasar yang dimaksud yaitu pihak yang bertransaksi membuat harga menjadi harga semu. Pihak yang melakukan transaksi ini dianggap tindakan pidana dengan sanksi penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 15 miliar. Sanksi tersebut tertuang pada Pasal 104 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995.
Investor yang ikut bertransaksi pada saham yang mengalami cornering akan mengalami kerugian dan biasanya kerugian tersebut sangat besar, baik materi maupun mental. Kerugian itu juga tidak dapat digantikan dengan transaksi saham lain. Mental investor juga turun ketika mengetahui transaksi tersebut merupakan transaksi cornering. Satu minggu kemudian baru investor kembali ke normal melakukan transaksi karena selalu mengingat kesalahan yang dilakukan.
Biasanya, pemain besar yang melakukan cornering menggunakan psikologi pasar untuk bisa melakukan tindakan tersebut. Pertama sekali, pemain besar atau bandar pasar memberikan isu negatif agar investor melakukan penjualan kemudian pemain besar tersebut menaikkan harga dan investor yang menjual short sebelumnya terpaksa membeli untuk memenuhi kewajibannya.
Setelah selesai melakukan cornering, pemain besar memberikan isu positif sehingga investor seakan merasa bersalah atas transaksinya. Pemain besar tersebut biasanya memiliki saham yang mengalami cornering dengan jumlah banyak. Pemain besar tersebut mengetahui pemilik saham secara detail sehingga tindakan cornering dapat dilakukan dengan baik untuk mendapatkan capital gain yang besar. Pemain besar yang melakukan cornering biasanya mencatat semua transaksi yang terjadi baik harga dan jumlah saham yang ditransaksikan sehingga dapat memperkirakan kejadian selanjutnya.
Saham yang mengalami cornering adalah saham yang jumlahnya sangat kecil dan biasanya likuiditasnya di bursa cukup kecil. Harga saham yang bersangkutan juga tidak mahal dan biasanya terjangkau investor. Investor yang dituju adalah investor menengah dan kecil dan yang kurang informasi. Investor yang telah berpengalaman tidak akan mau bermain pada saham ini, dan kalaupun ikut bermain pada saham yang mengalami cornering biasanya dengan metode yang dijalankan pemain besar tersebut.
Cornering saham juga bisa mendapatkan capital gain bagi investor yaitu dengan metode mengikuti cara pemain besar tersebut. Investor mengikuti pergerakan harga, tetapi dilakukan dengan jumlah kecil. Pada saat harga sudah pada sampai tingkat tertentu, investor melakukan penjualan sekaligus bila cornering dilakukan ke harga lebih tinggi. Bila penurunan harga yang dilakukan maka investor membeli sebelum harga mengalami kenaikan kembali.
Sebaiknya, investor berhati-hati karena masih tetap ada investor yang berisiko mengalami kerugian. Selamat berinvestasi pada saham.

Falsafah Kejawen

Kita sebagai masyarakat Indonesia tentunya harus menghargai kebudayaan sendiri yang beragam. Dan ternyata banyak ilmu yang dapat kita pelajari dari sana. Aku tiba-tiba mendapatkan beberapa filsafat Jawa yang berbentuk seperti pedoman atau semboyan. Dan kalau diresapi dengan seksama, sungguh luar biasa maksud yang dikandung di dalamnya yang mengandung prinsip untuk menjalani kehidupan agar sukses dan mendapatkan kebahagiaan..Inilah 14 Prinsip Jawa tersebut:1. “Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha”Artinya berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan2. "Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan"Artinya jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.3. "Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli"Artinya bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih; Cepat tanpa harus mendahului; Tinggi tanpa harus melebihi.4. "Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman"Artunya jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja.5. "Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman"Artnya janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.6. "Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas"Artinya jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka; dan Barang siapa yang ragu-ragu akan binasa atau merugi.7. "Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo"Artinya jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.8. "Aja Adigang, Adigung, Adiguna"Artinya jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.9. "Sing Sabar lan Ngalah Dadi kekasih Allah"Artinya yang sabar dan mengalah akan jadi kekasih Allah.10. "Sing Prihatin Bakal Memimpin"Artinya siapa berani hidup prihatin akan menjadi satria, pejuang dan pemimpin.11. "Sing Resik Uripe Bakal Mulya"Artunya siapa yang bersih hidupnya akan hidup mulya.12. "Urip Iku Urup"Artinya hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat.13. "Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti"Artinya keberanian, kekuatan dan kekuasaan dapat ditundukkan oleh salam sejahtera.14. "Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara"Artinya manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, dan serakah.

Selasa, 24 Februari 2009

Tips Utk Para Trader/Investor Saham

Sumbang saran pribadi, semoga dlm kondisi pasar yg sangat dinamis saat ini, para investor/trader BEI tidak kehilangan akal sehatnya.Saya mengamati postingan dimilis ini sungguh bervariasi, namun demikian sangat sedikit yg benar2 menenangkan sembari tetap menganjurkan kewaspadaan. Rata2 adalah postingan yg bersifat konspirasi theory yg sulit dipegang konsistensinya. Artinya bisa jadi dlm satu saat tepat di saat lain yg lbh sering tdk tepat. Yg diperlukan investor/trader saat ini bukanlah menebak kemana arah pasar dgn berbagai macam teori yg membingungkan dan sulit utk dijamin validitasnya melainkan sebuah sikap mental dan sedikit pengetahuan logis utk menyiasati pasar kemanapun arah nya, bull atau bear. Dgn demikian modal investor minimal tetap aman, dan dapat menghasilkan profit ketika kondisi membaik.1. Yg banyak dilupakan dlm trading/investing adalah, time frame, serta fundamental.Banyak investor menjadi panic atau sebaliknya serakah, melihat kondisi bursa yg berfluktuasi tiap hari. Pdhal tdk semstinya demikian, yg resah dgn kondisi bursa harian adalah para daily trader dan swing trader yg ber time frame 1-5 hr. Koreksi dan appresiasi harga yg valid adl koreksi krn fundamental yg memang berubah arah, bukan krn rumours sesaat. Misalnya koreksi yg terjadi di DJIA bulan maret ini.Sayangnya banyak sekali para investor yg sebetulnya tidak paham mereka bermain dlm time frame apa...?Time Frame ? Jawaban pertanyaan ini, akan sangat menentukan taktik dan strategi bermain anda selanjutnya.2. Pd akhirnya fundamental lah yg menentukanPada akhirnya faktor fundamentallah yg akan menentukan, utk thn 2008 ini, sektor komoditas dan energi tetap bagus, utk mereka2 yg memegang saham sektor ini, di level berapapun harganya, saham2 anda akan mencetak new high2 baru thn ini. Jgn cemas. Anda akan tetap profit, namun tentu anda ingin memaksimalkan profit anda bukan.3. Play on Margin wiselySangat berhati2 lah dlm memakai margin, gunakan margin hanya pd saat reversal sdh jelas2 terjadi, setelah terjadi koreksi besar2an. Dlm kondisi market yg volatile, betapapun nampak Mr Bull berkuasa, sebaiknya tunda sampai terjadi koreksi kemudian reversal, saat itulah anda masuk dgn margin, tentu di saham2 sektor unggulan yg bersahabat dgn sentimen pasar dan bukan di saham2 gorengan yg tdk jelas fundamentalnya.4. Use Technical for Timing purposesGunakan TA utk timing entry dan exit. Percaya pd grafik anda jgn pd rumor atau postingan seseorang.Misalnya begitu indikator menunjukkan downtrend, regional negatif, fundamental negatif, segera CUT LOSS, never average down krn anda tidak akan pernah tau sejauh mana bottomnya. Setelah itu hitung level support nya, pasang mata di area support, siap2 anda beli jika mulai ada signal reversal.IHSG misalnya pd bulan maret ini ketika anjlok ada suppport di 2650, 2550, 2350 dan 2220. Saya mulai masuk pd tgl 18 maret, ketika IHSG tdk berhasil menembus support di 2220 bahkan membentuk HAMMER. Gunakan maks 50% modal sampai ada signal reversal yg meyakinkan. Kalo anda agresif anda bisa gunakan 70% modal anda, sisanya + margin anda gunakan ketika sdh ada konfirmasi reversal selanjutnya.5. Jgn sekali2 tergoda utk buy on lowest and sell on highest, hanya Tuhan yg bisa melakukan itu, anda tidak akan pernah bisa melakukan keduanya sekaligus, bisa mendapatkan salah satunya saja, anda sdh hoki berat.Bagaimana mengkombinasikan ke 5 kiat diatas...?Saya ambil contoh time frame 1 -2 minggu. Contoh kasus pd saham BUMI, misalnya spt kasus salah satu member disini yg uang utk biaya perkawinannya dibelikan BUMI di 7500 pd tgl 21 Feb.Hitung support dan resistannya Resistant BUMI ada di 8000. Support berturut2 di 7300, 6700, 6200, 5800, 5500, 5000.Bumi tdk bisa tembus resistant bahkan membentuk candle hitam, alarm waspada. Sebaiknya profit taking sedikit2. Regional jeblok diikuti IHSG yg jeblok 2x alarm, Ketika bumi tgl 4 maret menembus ke bawah support 1 dgn candle hitam besar dan kita tau dr media sentimen global sedang jelek saat itulah CUT LOSS segera dilakukan. Misalnya CL pd 5 maret 1 poin diatas opening, 6850. Tampaknya buruk bukan, rugi 9%...namun tunggu dulu, BUMI adalah saham yg fundamentalnya bagus, sektor bagus dan fav para investor. Ini adalah peluang utk melakukan SHORT. Selanjutnya tinggal menunggu di level2 support. Lbh spesifik lagi di level2 support yg kuat yaitu 6200, 5500 dan 5000. Misalnya saja, buy BUMI lagi di 5500 (saya hoki berat pasang order pre opening buy di 5050 dan alhamdullilah haleluya IT WAS HIT !! ), artinya dgn harga hari ini, tentu rekan kita ini sdh mengalami BEP.Sinyal reversal yg jelas pd hari ini adalah pertanda baik utk masuk dgn margin. CL lbh baik drpd avg down. Apalagi utk pemain retail.Dlm kondisi Bullish sekarang segera tentukan titik resistant utk menjual dan taking profit. Toh anda pake margin, notabene bkn uang anda sendiri, taking profit 1-2 poin diatas level resistant terdekat utk mengamankan margin yg anda pakai.Bagaimana kalo time frame anda lbh lama sedikit 1-2 bln.Sesuai time frame anda, CL sebagian, 30,40,50 bahkan 60%, utk mendapatkan peluang SHORT. Terserah anda berapa & bgmn teknisnya, yg terpenting trading style anda hrs menyesuaikan dgn time frame anda.Time frame 3-6 bln.Mana anda perduli, anda tidak punya waktu tiap hari monitor harga, uang yg anda investasikan uang nganggur, pendapatan rutin anda cukup utk hidup anda, saham anda saham bluechips di sektor yg sdg bullish. Biarin saja...dlm bbrp bln akan mencetak new highs lagi.Time frame 1-3 hari.CL semuanya, stay out of the market, look for the bottom and reversal signs. Get ready to enter.Tentukan dulu time frame anda, lalu tentukan trading style yg bisa memaksimalkan profit anda.Tetaplah disiplin yg terpenting stabilkan mental anda. Tdk ada salahnya melupakan milis dan news sejenak agar anda bisa lepas dr rumour dan macam2 konspirasi utk berpikir jernih dgn hanya berpatokan pd chart harga dan volume.Ingatlah bahwa profesional market, selalu memanfaatkan sisi psikologis investor2 retail, begitulah cara mereka dpt mengeruk profit dr dana kelolaan yg besarnya luar biasa.Kalo anda tidak bisa disiplin dan mental anda susah stabil, sebaiknya tarik dana anda dr bursa saham, tunggu sampai bursa crash lg dlm beberapa bulan ke depan, lalu saat itu taruh saja dana anda di reksadana saham dan tidurlah dgn nyenyak.Semoga membantu.... ..

Diambil dari posting salah sebuah millist saham.

Filosofi Bandar Saham

Sekali peristiwa di sebuah desa, muncullah seorang tuan yang mengumumkan kepada para penghuni desa bahwa dia akan membeli monyet dengan harga 10 Ringgit per ekor. Para penghuni desa yang melihat banyak monyet di hutan bersegera keluar dan mulai menangkap monyet-monyet itu.
Tuan itu membeli beribu-ribu ekor monyet pada harga 10 Ringgit. Ketika persediaan monyet mulai menurun dan para penghuni desa mulai menghentikan usaha mereka, dia mengumumkan bahwa sekarang dia akan membeli monyet pada harga 20 Ringgit per ekor.
Hal ini menguatkan kembali upaya para penghuni desa dan mereka mulai menangkap monyet lagi. Segera, persediaan monyet menurun lebih jauh lagi dan mereka mulai kembali ke kebun mereka.
Harga penawaran kemudian dinaikkan ke 25 Ringgit per ekor dan persediaan monyet menjadi sedemikian langka sehingga perlu usaha keras hanya untuk melihat seekor monyet, apalagi menangkapnya.
Tuan itu sekarang mengumumkan bahwa dia akan membeli monyet pada harga 50 Ringgit per ekor. Tetapi, berhubung dia harus ke kota untuk urusan bisnis, maka sekarang asistennya yang akan membeli untuk kepentingannya.
Ketika Tuan itu sudah pergi, Asisten itu berkata kepada para penghuni desa: ”Lihatlah monyet-monyet di kandang besar yang telah dikumpulkan oleh Tuan itu. Saya akan menjual monyet-monyet itu kepada kalian dengan harga 35 Ringgit per ekor, dan ketika Tuan itu kembali, kalian bisa menjual kepadanya pada harga 50 Ringgit per ekor.”
Maka antrilah para penghuni desa untuk membeli monyet dengan seluruh tabungan yang ada pada mereka.
Setelah itu, baik Asisten maupun Tuan itu lenyap tak berbekas, tetapi monyet-monyet ada di mana-mana!
Persepsi menjadi realitas
”Perception becomes reality”. Kalimat singkat ini tampaknya memang cukup powerful untuk menyatakan dengan jelas apa yang terjadi dalam cerita di atas. Dan, celakanya (atau untungnya, tergantung dari sudut mana memandang), cerita di atas - di mana persepsi menjadi kenyataan - cukup mewakili apa yang lumayan sering terjadi di pasar modal.
Belum lama ini pasar modal kita dihebohkan dengan kasus gagal bayar antar pialang atas transaksi suatu saham dengan nilai lebih dari Rp200 miliar. Harga saham ini bergerak spektakuler, dari di bawah Rp100,- menjadi di atas Rp4.000,- dalam hitungan bulan. Nilai transaksi yang terjadi setiap hari pun tidak tanggung-tanggung: pernah mencapai di atas Rp1 triliun (bandingkan dengan rata-rata transaksi harian seluruh Bursa Eek Jakarta yang Rp4 trilliun). Para pelaku pasar pun berdecak. Ada yang berdecak kagum melihat suatu kesempatan emas meraup untung. Ada yang berdecak resah mengantisipasi suatu peristiwa tragis segera akan terjadi.
Para pelaku pasar, di satu pihak senang sekali melihat pergerakan harga yang naik luar biasa, yang memberi capital gain yang substansial, namun di lain pihak cemas juga kalau-kalau harga tiba-tiba berbalik dahsyat. Mereka cemas kalau-kalau harga keburu turun sementara mereka belum sempat menjual kembali apa yang telah mereka beli pada harga tinggi. Cemas juga, karena mereka tahu bahwa penurunan harga itu cepat atau lambat akan terjadi, namun mereka tidak tahu kapan persisnya itu akan terjadi. Pasalnya, mereka sadar bahwa kenaikan harga yang sedemikian sulit dijustifikasi dari kacamata pertimbangan faktor fundamental yang layaknya menopang harga saham suatu perusahaan.
Dan, sesuai dengan decakan kagum-resah pelaku pasar, terjadilah: Harga saham memang akhirnya menukik ke bawah, terjun bebas sampai suspensi oleh Otoritas Bursa pada level sekitar Rp2.000,- Ada yang memang meraup untung karena sempat menjual di atas harga beli, tapi ada juga yang tragis menanggung rugi, karena terlanjur membeli di harga tinggi dan belum sempat menjual kembali, sementara entah kapan harga saham akan ”melihat matahari” lagi.
”Penggorengan saham”
Ada istilah yang populer di pasar modal kita: saham gorengan, dengan pelakunya yang disebut penggoreng saham atau tukang goreng saham. Menarik, bukan? Ternyata bukan hanya pisang yang bisa digoreng; saham pun bisa digoreng. Artinya, saham bisa diberi ”bumbu” dengan berbagai informasi menarik menjanjikan, sehingga tampak ”lezat” sarat potensi pertumbuhan. Setelah itu harga bisa ”digoreng” naik dan transaksi bisa ”mengepul” aktif untuk menciptakan persepsi bahwa saham itu memang bagus dan banyak peminat. Lalu harga semakin naik seiring naiknya permintaan dan turunnya persediaan. Setelah harga naik tinggi, penggoreng saham mulai menjual sahamnya pada harga tinggi tersebut. Akibatnya, pasar mulai dibanjiri saham itu, dan harga mulai turun drastis. Dan tentu saja penggoreng saham tidak bekerja sendiri, tapi punya kaki-tangan yang membantunya, untuk menyamarkan aksinya. Mirip cerita monyet di atas, bukan?
Goreng-menggoreng saham rupanya lumayan sering terjadi di pasar modal kita, sehingga sudah ada istilah baku untuk itu. Penggorengan saham inilah yang sering memberi kesan bahwa pasar modal adalah tempat ”main” saham yang identik dengan tempat berjudi. Sayangnya, istilah ’main’ saham yang terlanjur lumrah dipakai pun sudah memberi konotasi negatif atas suatu aktifitas investasi keuangan yang seharusnya wajar dan teratur.
Penggorengan saham atau penciptaan harga semu sesungguhnya termasuk tindak pidana manipulasi harga yang dilarang oleh Undang-Undang Pasar Modal. Sayangnya, walaupun lumayan sering terjadi, sejauh ini Otoritas pasar modal selalu mengalami kendala dalam membuktikan pelanggaran ini.
Filisofi pasar saham
Lalu, apakah memang demikian cermin pasar saham yang seharusnya? Jawabannya: tentu saja tidak. Contoh di atas sesungguhnya menggambarkan penyimpangan dari aktivitas pasar modal yang bermartabat.

Investasi pada saham suatu perusahaan memungkinkan sang investor untuk memiliki perusahaan tersebut dan berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan yang dipilihnya itu, sesuai dengan persentase kepemilikannya. Investor saham mendapat bagian keuntungan dari perusahaan tersebut dalam bentuk dividen. Investor juga mendapat keuntungan dalam bentuk capital gain, yaitu apresiasi harga pasar terhadap harga beli. Kenaikan harga saham ditopang oleh faktor fundamental antara lain kinerja keuangan perusahaan yang solid dan pertumbuhan perusahaan yang menjanjikan, bukan karena ”digoreng” ke atas oleh tukang goreng! Mestinya inilah filosofi investasi di pasar saham, yaitu partisipasi sebagai pemegang saham suatu perusahaan, yang mendapat bagian keuntungan bersih perusahaan dalam bentuk dividen dan apresiasi harga saham dalam bentuk capital gain, dan sebaliknya, turut menanggung kerugian perusahaan (tidak ada dividen) dan capital loss akibat penurunan harga saham.
Pasar saham yang bermartabat

Nafsu untuk mengambil untung secara tidak wajar dengan mencelakakan orang lain menandakan minimnya atau bahkan tiadanya etika bisnis. Perception becomes reality yang sesungguhnya tidak wajar, oleh sementara orang malah bisa dianggap the beauty of the stock market. Pertanyaannya, bercermin dari cerita monyet di atas: sungguhkah ini indah? Sungguhkah si Tuan dengan kaki-tangan si Asisten yang mendapat untung besar dengan akibat penghuni desa yang mendapat rugi besar itu indah? Ya, memang indah untuk si Tuan dan si Asisten, tapi bagaimana dengan para penghuni desa?

Sahabatku sering merasa heran karena mendapatkan aku lebih sering memperingatkan orang agar berhati-hati berinvestasi di pasar saham daripada mendorong mereka menyisihkan sebagian tabungan mereka untuk investasi di pasar saham. Ironis, menurut dia, karena nasihat itu datang dari aku, yang notabene punya tugas mempromosi dan memajukan pasar modal Indonesia. Well, sampai saat ini, penggorengan saham dalam rangka penciptaan harga semu memang masih menjadi concern serius bagiku.

Alangkah bermartabatnya kalau pasar saham boleh sepi dari praktik manipulasi harga lewat penciptaan harga semu. Dengan demikian, pasar saham boleh melepaskan dirinya dari stigma identik dengan judi. Sehingga masyarakat pemodal boleh beraktifitas dengan aman dan nyaman, di pasar saham yang bersih dan berwibawa. Semoga

Diambil dari posting salah sebuah millist saham.

Kamis, 25 Desember 2008

Aspek-Aspek dalam Mendesain Tanki Timbun (Storage Tank)

Code/Standard dan regulasi yang mengatur tentang spesifikasi dan prosedur pembangunan tanki, dimaksudkan untuk menjamin tercapainya optimum desain dan keamanan dalam operasi.

Umum

Vertical, cylindrical, aboveground atmospheric-pressure storage tanks sangat umum dan luas digunakan untuk menyimpan cairan/liquid produk minyak bumi, bahan kimia industri atau bahkan sekedar sebagai air penampungan. Secara definisi, tanki atmospherik mempunyai design pressure kurang dari 2.5 psig. Tanki atmospherik bisa mempunyai jenis atap fixed roof atau floating roof. Vertikal fixed roof tank, terdiri dari dinding metal silindris dengan atap terpasang di atas dinding bisa berbentuk flat, conical atau juga berbentuk domes.. Fixed-roof tanks dapat digunakan untuk menyimpan produk dengan true vapor pressure (TVP) kurang dari 1.5 psia. (TVP, adalah ukuran volatility, bahasa awamnya bisa dianrtikan tingkat penguapan untuk liquid pada 100°F.) Fixed roof tank lebih murah pembangunannya dari pada tanki dengan floating roofs, dan secara umum sudah cukup memenuhi atau sesuai dengan standar minimum penyimpanan cairan bahan kimia, organik dan liquid lainnya.

Kompenen Utama Suatu Tanki
Ada dua jenis floating roof tanks:

• External floating roof (EFR) adalah tanki dengan open top dan floating roof mengapung tepat di atas cairan produk (bisa sistim pontoon dengan single deck atau double dek). Flaoating roof dilengkapi seal system di sekeliling roof menutup celah antara roof dan dinding tanki. Tanki jenis ini menyimpan produk dengan TVPs antara 1.5–11 psia.

• Internal floating roof (IFR) tanks adalah fixed roof dengan dilengkapi floating deck di dalamnya, bisa pan type deck atau pontoon dengan single deck. IFR tanks sangat sempurna untuk mengurangi rugi penguapan dengan meniadakan vapor space yaitu ruangan di antara fixed roof dan permukaan liquid yang memicu kerugian penguapan, (vapor loss), terutama pada saat in/out-breathing. Di samping itu untuk mencegah akumulasi salju ataupun air hujan di atas floating roof.


Design Tanki Timbun

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan dan desain suatu tanki:

Pertimbangan Process Design — langkah pertama dalam pemilihan dan desain suatu tanki adalah menentukan kapasitas. Total capacity adalah jumlah dari inactive (nonworking) capacity, actual atau net working capacity, dan overfill protection capacity (figure). Inactive working (or non-working) capacity adalah volume antara bottom dan invert outlet nozzle, dimana normalnya minimum 10 in (250 mm) di atas bottom seam untuk menghindari weld interference. Net working capacity adalah volume antara low liquid level (LLL) dan high liquid level (HLL). Dalam suatu proses operasi tanki, net working capacity dihitung dengan mempertimbangkan retention time yang diperlukan dari liquid dengan flow rate. Untuk tanki besar, atau biasa disebut off-site storage tanks, net working capacity ditentukan dengan melakukan analisa ekonomis dengan memperhitungkan faktor-faktor seperti savings dalam bulk transportation cost, size dan frequency pengapalan, dan resiko plant shutdown. Dalam kasus tertentu, net working capacity yang diperlukan bisa dibagi dalam beberapa tanki, ini bila ukuran dari satu tanki saja secara fisik tidak memungkinkan, atau bila beberapa tanki terpisah diperlukan karena suatu alasan lain, seperti dedicated service atau rundown. Overfill protection capacity suatu tanki adalah antara HLL dan design liquid level. Design liquid level diset lebih tinggi dari normal operating liquid level untuk memberikan safety margin bila terjadi upsets condition. Overfill section biasanya berisi vapor dalam keadaan normal operating conditions.

Pertimbangan process design yang lainnya misalnya spesifikasi mengenai temperature dan pressure suatu tanki, dan apakah ada kebutuhan akan heater, chillers, mixer, agitator atau phase-separation equipment.

Terminologi Kapasitas Tanki

Mechanical design —termasuk dalam hal ini adalah spesifikasi mengenai materials construction, menentukan optimum dimensi tanki dan plates yang digunakan, dan penentuan sizing dan posisi nozzles serta accessories.

Mild quality carbon steel (A-36, A-283-C) adalah material yang paling banyak digunakan untuk storage tanks. Untuk tanki dengan corrosive services, corrosion allowance ditambahkan pada thickness dari hasil calculated design. Bila ini tidak ekonomis, atau bila product contamination terjadi sedangkan corrosion tidak bisa ditoleransi, maka tank material di-upgraded menjadi stainless steel atau high alloy. Atau sebagai alternative, carbon steel tanks dapat dilining dengan corrosion-resistant materials seperti rubber, plastic atau ceramic tile. Tanki ada juga yang diinsulated dengan berbagai tujuan misalnya temperature control, personnel protection, energy conservation, atau mencegah external condensation. Ada juga dalam kasus tertentu digunakan materials seperti fiberglass, mineral wool, expanded polystyrene atau polyurethane.

Wind, seismic loadings, space yang tersedia dan soil-bearing strength menentukan optimal height-to-diameter ratio. Tanki dengan tidak terlalu tinggi dan berdiameter lebih besar (pendek-lebar) lebih disukai untuk windy atau seismically active areas, atau dimana soil bearing capacity terbatas. Sedangkan di mana plot space yang tersedia terbatas dan soil-bearing strength memadai, tanki lebih prefer didesain lebih tinggi dengan berdiameters yang lebih kecil (tinggi ramping).

Bottom, shell dan roof suatu storage tanks terdiri dari steel plates yang saling disambungkan dengan lap-welded*bottom&roof) maupun butt-welded (shell). Untuk menentukan plate dimensions termasuk thickness, designers biasanya me-refer ke industry codes, misalnya American Petroleum Institute (API 650 atau API 620 etc).

Storage tanks biasanya dilengkapi ladders/stairway untuk access ke top roof. Sesuai code/regulasi, tanki dengan tinggi 20 ft atau kurang harus dilengkapi ladder dengan atau tanpa cage. Tanks lebih tinggi dari 20 ft mensyaratkan adanya spiral stairway dan juga roof handrail di sekeliling roof. Satu landing platform pada top ladder/stairway dapat juga diteruskan dengan walkways yang menuju ke center roof. Roofs dan shells juga selalu dilengkapi dengan manholes umumnya 20” atau 24 dia.

Kebanyakan storage tanks yang dibangun dalam petroleum refining dan petrochemical plants dibuat sesuai dengan salah satu dari beberapa API standards. Standard/Code ini mengatur tentang design, construction, inspection, erection, testing dan maintenance requirements. Standard/code mengatur semua hal tentang minimum requirements untuk dapat diakuinya telah memenuhi API certification atau sekedar telah dibuat sesuai dengan API tanpa certification (non stamped). API codes yang terutama mengatur tentang storage tank desain tanki adalah sebagai berikut :

• “Large, Field Welded, Low-Pressure Storage Tanks,” API Standard 620 —mengatur tentang vertical, cylindrical, aboveground, field-welded steel tanks for oil storage with maximum operating temperatures tidak melebihi 200°F dan pressures dalam vapor space kurang dari 2.5 psig.

• “Large, Field Welded, Storage Tanks,” API Standard 650 — mengatur tentang vertical, cylindrical, aboveground, field welded steel tanks untuk oil storage dengan maximum operating temperatures tidak melebihi 250°F dan pressures dalam vapor space kurang dari 1.5 psig.

Walaupun API standards mengatur banyak aspects tentang storage tank design dan operation, tetapi tidak mencover semuanya (all-inclusive). Ada beberapa organizations/institution lainnya yang menerbitkan publication standards tentang tank related design, fabrication, installation, inspection, dan repair yang menjadi tambahan (supplement) dari API standards.

Mereka itu umpamanya American Society of Mechanical Engineers (ASME); American Society for Testing and Materials (ASTM); American Water Works Association (AWWA); National Fire Protection Association (NFPA); (ANSI); American Institute for Steel Construction (AISC).

Persyaratan terhadap Pencemaran Udara

Storage tanks bisa dilihat sebagai sumber dari air emissions (pencemaran udara) karena vapor losses. Emissions control dari tanki harus dilakukan untuk mendapatkan air permit (Ijin bebas pencemaran Udara). Volatile organic compounds (VOCs) adalah pollutants utama dari suatu air emissions. Sebagai tambahan, specific organics yang beracun dan berbahaya juga telah diatur, misalnya., benzene. Control yang cukup, management yang memadai dan juga maintenance diperlukakan untuk mencegah emisi dari isi tanki ke udara bebas.

Dalam menyiapkan aplikasi suatu air-quality operating permit, review dari semua applicable regulations harus dilakukan. Environmental regulations sering mengatur tentang type dari emissions-control device yang harus digunakan dalam aplikasi tertentu. Syarat minimum emission-control tergantung dari material yang tersimpan, kapan tanki dibangun atau dimodifikasi, capacity, TVP product pada kondisi penyimpanan, dan lokasi dari fasilitas. Di Amerika ada beberapa regulatory codes dan standards yang berlaku untuk storage tanks dan pengendalian pencemaran udara. Diantaranya adalah “New Source Performance Standards (NSPS), suatu standards performance dari Storage Vessels untuk petroleum liquids,” dari U.S. Environmental Protection Agency’s regulation 40 CFR, Part 60, Subparts K, Ka and Kb. Standard ini mengatur tentang systems control emissions. Emissions-control devices termasuk diantaranya internal dan external floating roofs, seals, vents untuk flaring, vapor recovery systems dan disposal systems, seperti pressure/vacuum vents.

Beberapa cara pengendalian vent control seperti tank blanketing juga termasuk salah satu dalam persyaratan operating air permit. Contoh lainnya yang termasuk operating permit conditions :

• Untuk storage and loading VOCs — internal floating deck atau equivalent control harus digunakan pada semua tanki. Floating roof harus mempunyai salah satu dari closure device (rim seals) yang menutup celah antara wall dan bagian pinggir deck: (1) liquid-mounted seal; (2) dua continuous seals yang dipasang satu di atas yang lain; atau (3) mechanical shoe seal. Pemasangan suatu equivalent control system memerlukan review dan approval.

• Untuk tanki yang dilengkapi dengan floating roof, pemegang ijin harus mengikuti tests dan procedures yang memverifikasi seal integrity, seperti diatur dalam 40 CFR 60.113b. Ada juga persyaratan reporting dan recordkeeping mengenai tanggal di mana seals diinspeksi, integrity-nya, dan corrective actions yang dilakukan.

• Tanki yang tidak ber-insulated di mana ter-exposed matahari harus cat warna putih atau aluminum.


Persyaratan Structural

Type tanki dan size, soil conditions setempat, tank loading dan tank settlement merupakan critical factors bagi design tank foundation. Contoh type foundation misalnya earth atau crushed stone, concrete slabs, slabs yang disupport piles dan concrete ring-walls.

Earth atau crushed stone foundations berbentuk rings sederhana terdiri material pondasi keliling yang mensupport hanya bagian tank walls. Foundations ini adalah contoh umum yang digunakan dengan in-situ soil conditions, dan hanya bisa diterapkan bila anchor bolts tidak diperlukan. Slab Concrete ke seluruh permukaan tank foundation digunakan untuk tanki berdiameter kurang dari 15 ft. Bila soil conditions tidak mendukung atau tanki perlu insulation, piles mungkin diperlukan.

Concrete ring-wall dibuat dengan mengecor melingkar untuk menopang hanya dinding shell diatasnya. Ring-wall foundations adalah yang paling banyak dan ekonomis digunakan, sangat umum digunakan pada large tanks dan dapat tahan terhadap uplift forces yang bekerja pada tanki. Kebanyakan tanki yang dipakai dalam chemical plants/refinary berdiameter lebih besar dari 15 ft. Pada umumnya juga dengan ring-wall foundations.

Perhitungan besaran dari vertical dan horizontal loads tanki diperlukan untuk mendesain foundation. vertical loads yang dipertimbangkan termasuk empty weight, live load, operating weight, test weight dan internal pressure. Sedangkan live load pada roof umumnya adalah typical 25 lb/ft2, berdasarkan API codes (620 dan 650). Operating weight adalah dead weight ditambah fluid weight. Test weight terdiri dari dead weight tanki ditambah full water weight.

Dalam kasus tertentu tanki bisa juga mendapatkan internal pressure selama operating atau test conditions. Bahkan pada tanki yang di dalamnya kosong masih mungkin bekerja internal pressure. Misalnya, tanki penyimpan volatile compound product masih mungkin terdapat vapor di dalamnya setelah di-kosongkan. Panas dari matahari dapat menaikkan tekanan vapor yang tersisa di dalamnya.

Sedangkan yang termasuk horizontal forces adalah drag force dan overturning moment dari wind dan seismic loads.

Settlement tanki adalah masalah yang umum yang terjadi karena adanya compressible soils. Long-term settling dari foundation sering terjadi pada sekeliling di bawah tank wall dan bisa juga di bagian tengah tanki, karena operating conditions. Pada ring-wall design, pressure pada bottom ring wall dan di bagian tengah tanki harus sama untuk mencegah terjadinya differential settlement dari structure tanki.

Pada cryogenic tanks (tanki atmospheric penyimpan liquid gas) diperlukan cable heating systems untuk mencegah frost heave (ketidak merataan suhu pada pondasi), atau dapat juga menggunakan pipa saluran supaya terjadinya air circulation.


Pertimbangan Tambahan lainnya

Hal-hal penting lainnya yang perlu dipertimbangkan pada foundation adalah leak detection systems, corrosivity, cathodic protection, dan secondary containment. Seorang engineer harus mempertimbangkan environmental dan safety implications dari kebocoran ke dalam containment space dibawah tank floor. Untuk foundations earth atau concrete ring-wall, leak-detection umumnya dilakukan dengan memberikan flexible membrane liner pada grade elevation dengan drainpipe di bawah tankfloor, yang akan men-drains ke sekeliling tanki. Untuk concrete slab, leak detection dapat dilakukan sama atau dengan menempatkan radial grooves di sisi atas slab yang diteruskan ke sekeliling tanki. Ketika kebocoran terjadi, satu atau lebih grooves akan terdapat bocoran tank liquid.

Cathodic protection biasa digunakan untuk mengontrol electrochemical corrosion. Methode ini menggunakan direct current dari external source untuk melawan discharge current dari metal surface, dengan cara demikian corrosion dapat dicegah. Selain itu, metal tanks yang menyimpan flammable liquids di-grounded ke tanah sebagai protection terhadap lightning atau static electricity.

Secondary containment sering diperlukan untuk mencegah liquid dari kebocoran yang merembes ke dalam tanah dan/atau groundwater. Ini bisa dilakukan dengan membangun dikes dilengkapi liners terbuat dari high-density polyethylene (HDPE), atau dengan menambahkan concrete walls dan slabs, sepanjang leak detection system. Curb dan dike containment yang terdapat dalam berbagai regulations juga mengatur tentang volume, area, height dan spacing antara multiple tanks dan process units. Area sumps mungkin juga diperlukan untuk menampung possible leakage. Provisions alat-alat tertentu juga harus dilakukan untuk removing water atau debris dari sumps.


Operation dan Control

Pressure control — Design suatu tanki memperhitungkan baik itu normal operations dan upset conditions tertentu. Yang termasuk normal operations adalah filling, emptying dan storing. Ketika filling (pump-in) suatu tanki, displaced vapor (ruang berisi vapor yang terdesak) harus di vented, umumnya disalurkan ke suatu emission-control device (atau ke atmosphere, bila diijinkan oleh environmental regulations). Ketika withdrawing liquid (pump-out), vacuum yang terjadi harus di counter-balanced dengan infusion (memasukkan) inert gas, seperti nitrogen, melalui breathing valve. Vapor “surplus” atau “deficit” juga bisa terjadi pada saat idle tank sebagai akibat dari perubahan ambient temperature atau chemical reactions yang terjadi dalam liquid inventory. Venting dari excess vapor atau infusion inert gas pada keadaan normal operating conditions dibuat secara automatis, biasanya menggunakan self regulating valves.

Level control — Alat pengukuran level biasanya bekerja berdasarkan differential pressure, atau sonic, capacitance, displacer velocity atau pengukuran liquid-conductivity. Sonar atau radar level measurements pada saat ini lebih popular. Devices biasanya dimounted di atas roof tank. Alat ini mengirim signal, yang dipantulkan oleh liquid level. Waktu yang ditempuh untuk memantulkan signal yang diterima digunakan untuk mengukur liquid height. Keuntungan utama instruments ini adalah adalah dapat digunakan pada corrosive liquids. Level ini kemudian digunakan untuk mengatur closing atau opening dari suatu valves. Ketika level control yang akurat telah berfungsi dengan baik, liquid level ini dimaintained antara HLL dan LLL. Automatic emergency cut-offs akan bekerja bila liquid level mencapai overfill level untuk mencegah overflow, atau ketika di bawah LLL untuk mencegah cavitation pump.

Temperature control —Thermocouple yang dimounted di bawah LLL suatu tanki, menginformasikan continuous readout temperature. Multiple measurement points kadang-kadang juga diperlukan sebagai representative temperature readings pada large tank, dimana pada posisi yang berbeda terdapat penunjukan temperatures yang berbeda juga, atau di mana terdapat heating coil. Temperature tanki bisa juga dimaintained dengan mengatur flow-rate dari cooling/heating medium dalam suatu internal coil.

Upsets dan safety —Upsets (ketidaknormalan operasi) yang umum terjadi termasuk overpressure, overflow, boil-over, over temperature, water ingress, floating-roof failure, unexpected phase separation, lightning, static-charge buildup, steam coil failure dan fires. Monitoring dan control yang memadai akan membantu mejamin safety selama upsets atau incidents yang mungkin terjadi. Control dan pencegahan terjadinya hal yang tidak diinginkan termasuk penggunaan sprays, deluge dan foam systems; pressure-, temperature-, level- dan fire-monitoring devices; pressure-relief systems; kesemuanya untuk menjamin mencegah accident dan upsets condition

Minggu, 21 Desember 2008

Mengenal Saham Gorengan

Apa yang digoreng-goreng biasanya enak. Tak hanya penganan atau kudapan kecil pengantar minum kopi, tetapi juga saham. Tapi ingat, meski enak tapi kadang menyimpan risiko. Jika makanan gorengan berisiko lemak dan kolesterol, maka saham gorengan berisiko kerugian uang kita yang melayang.
Ya, istilah saham gorengan memang sudah lama marak di lantai bursa. Istilah itu dipakai setidaknya untuk menyamakan dalam cara “meracik” yaitu dibolak-balik biar menarik dan mengundang selera. Untuk saham yaitu dibolak-balik, dikerek naik turun dengan canggihnya agar menarik minat investor lainnya. Lantas siapa kokinya ? Ini menarik. Soalnya, penggoreng ini cenderung misterius atau dalam lantai bursa dikenal sebagai bandar. Bandar ini sepertinya ada di mana-mana yang sulit dideteksi bagi investor yang tidak memiliki akses yang sangat kuat. Selain memiiliki banyak nama, bandar ini juga membuka rekening di berbagai sekuritas sehingga tidak terdeteksi. Hebatnya lagi, namanya juga bandar, dipastikan dia memiliki modal yang besar, apakah itu dana atau saham. Sebagian investor menilai cara ini dianggap sebagai cara yang kurang terpuji dalam perdagangan saham karena harga sengaja dipermainkan sedemikian rupa sehingga investor lain kebingungan dan akhirnya bisa menjadi korban sang bandar melalui serangan-serangan kerek mengerek saham yang cukup dramatis. Jika ini terjadi, maka salah satu tujuan penggoreng ini telah tercapai yaitu mencari mangsa untuk dijadikan korban untuk dikeruk duitnya.Di bursa saham, bagaimana pun naik atau turunnya harga saham, sebenarnya bukan hal yang asing. Ini tergantung pada perimbangan kekuatan permintaan dan penawaran dengan basis pada prediksi investor. Cuma, untuk saham gorengan ini, naik-turunnya harga saham sulit diketahui apalagi diprediksikan. Jadi, jika ada saham yang semula "tidur lelap'' atau sudah lama tak ditransaksikan tiba-tiba secara mendadak likuid dengan frekuensi transaksi terus-menerus dengan volume sangat banyak --meski tanpa dasar informasi jelas-- maka harap waspada, sang bandar kemungkinan besar sedang beraksi.Adanya transaksi yang deras ini bisa dilakukan, karena pembeli saham itu tak lain adalah penjual itu sendiri atau dari kelompok yang sama atau dengan kata lain ini ini adalah perbuatan yang bermuara di bandar yang sama. Tak pelak, yang terjadi sebenarnya cuma pengalihan saham dan uang dari saku kiri ke saku kanan dari pemilik yang sama walau ini dilakukan antar sekuritas. Itulah sebabnya rekening bandar bisa ada di mana-mana. Dengan cara ini, bandar berharap ada investor yang benar-benar murni mau terpancing dengan naik turunnya saham yang digerakkannya dengan ikut membeli saham tersbut. Biasanya bandar akan menggerakkannya dengan pelan sembari menunggu reaksi balik dari investor lain. Jika tak ada reaksi maka akan segera digenjot lagi dengan maksud agar saham terlihat lebih gurih lagi. Ini terus dilakukannya hingga investor yang kebetulan air liur greedy-nya mulai meleleh segera menyikat saham ini. Dan, bukan mustahil dengan adanya pancingan seperti ini, si investor mengira telah ada informasi positif atas saham emiten yang bersangkutan.Jika dirasakan pembelian dari investor lainnya belum cukup banyak, bandar ini akan menaikkan lagi harga sahamnya hingga dianggap cukup dan harganya sudah tinggi. Barulah kemudian si bandar ini menjualnya pelan-pelan dengan harga tertinggi hingga terendah sembari mundur teratur. Dan saham itu bisa terus ditransaksikan hingga sampai pada titik nadir dan disadari bahwa ini cuma permainan atau saham itu telah digoreng. Yang terjadi kemudian adalah investor yang cuma ikut-ikutan akan gigit jari mendapat saham yang ternyata tidak likuid. Sebaliknya, bandar akan untung berlipat karena berhasil menjual mulai dengan harga tertinggi hingga serendah-rendahnya. Dan setelah itu, bandar akan berhenti menyentuh saham ini dan saham itu akan terlelap lagi karena memang tak ada alasan dan dasar yang kuat. Lalu sang bandar bisa memulai aksi lagi pada saham lainnya.
Ciri-ciri
Bagaimana ciri-ciri saham yang bisa digoreng ? ciri-ciri saham yang dipakai sebagai sasaran untuk digoreng adalah:
Saham yang beredar atau dijual dalam masyarakat relatif sedikit, harganya murah, dan kinerja perusahaan tidak terlalu baik.
Tanda-tanda transaksi dimulainya penggorengan saham adalah mula-mula saham yang sebelumnya sepi mulai ramai dan terjadi jual-beli yang dibagi dalam jumlah lot kecil, posisi order jual lebih besar dari order beli secara mencolok. Meski posisi order jual lebih besar si pembeli terus melakukan pembelian dengan harga yang lebih tinggi. Sehingga harga mulai naik, dan terjadi transaksi dari perusahaan sekuritas yang itu-itu saja.
Permainan ini biasanya terjadi saat pasar secara umum sedang lemah (bearish).
Sayangnya, sejauh ini transkasi dengan model seperti ini masih sulit dibuktikan sehingga sulit dikatakan jika langkah “menggoreng saham” adalah suatu pelanggaran. Persoalan ini adalah kecanggihan permainan si bandar, termasuk yang bersangkutan sudah benar-benar mempelajari peraturan transkasi. Dan lagi, dalam transaksinya bandar melakukannya sesuai dengan aturan dan dilakukan pembayaran dan penyerahan saham yang resmi.Untuk itu, investor kini dituntut untuk terus memperdalam pengetahuannya tentang transkasi saham, membuka mata dan telinga serta mengasah intuisi serta mempertajam analisa dengan terus belajar. Diharapakan dengan belajar terus, investor tak mudah terkecoh

Sabtu, 20 Desember 2008

Memahami Laporan Keuangan Emiten

Pendahuluan
Laporan keuangan merupakan informasi sangat berharga dalam menilai suatu perusahaan, sering dijumpai pada annual report, prospectus dan surat kabar. Tapi gimana cara bacanya..? kalau semua isinya angka-angka dan nggak ada ceritanya?
Sebenarnya gampang saja, sebab laporan keuangan sudah diatur dengan sistematis. Pada bagian berikut kami akan berbagi sedikit rahasia untuk membaca dan menganalisa laporan keuangan, sehingga anda tidak perlu merasa alergi lagi melihat angka-angka pada laporan keuangan.
Laporan Keuangan
Mari kita mulai..! Sebenarnya ada dua elemen terpenting laporan keuangan yang sering anda jumpai di surat kabar.
Neraca.
Laporan Laba Rugi.
Kedua laporan ini merupakan laporan inti yang selalu selalu hadir pada setiap laporan baik laporan kwartalan, semesteran dan tahunan. Terkadang laporan ini dilengkapi oleh Laporan Arus Kas, walau tidak selalu. Ketiga laporan keuangan ini baru muncul secara lengkap pada laporan annual report dan prospectus.
Neraca. Neraca ibarat sebuah foto, hanya menampilkan gambaran perusahaan pada saat tanggal neraca saja. Sebagai perbandingan laporan ini juga menampilkan 'foto' pada periode yang sama tahun lalu. Didalamnya terdapat 'gambaran' posisi keuangan (financial position) perusahaan.
Laporan Laba Rugi. Laporan keuangan jenis ini memuat kinerja perusahaan dalam satu periode, misalnya satu tahun. Keuntungan dan kerugian perusahaan selama satu tahun itu berikut biaya-biaya yang harus dikeluarkan juga dimuat di sini. Apabila kita mempergunakan analogi yang sama dengan neraca di atas, maka laporan laba rugi bisa diibaratkan seperti kamera film yang merekam perjalanan perusahaan dalam satu periode.
Laporan Arus Kas. Laporan keuangan jenis ini akan memberikan informasi tentang arus kas masuk maupun keluar dari perusahaan. Laporan ini bisa memberikan gambaran tentang alokasi kas ke dalam berbagai kegiatan perusahaan.
a) Contoh Neraca
Kenapa Disebut Neraca..?
Sesuai asal kata neraca yang mencerminkan timbangan, kesamaan, keadilan…., laporan ini juga menunjukkan keseimbangan antara sisi Aktiva (Kekayaan) dan sisi Pasiva (Kewajiban dan Ekuitas). Karena itu dalam bahasa Ingris neraca juga disebut Balance Sheet atau bagian yang berimbang.
Persamaan Akuntansinya
Kekayaan (Aktiva) = Pasiva (Kewajiban + Ekuitas)
Pada umumnya neraca dibagi lagi dalam dua bagian besar yaitu aktiva (asset) yang merupakan sisi kekayaan dan investasi dari perusahaan, dan passiva yang berisikan kewajiban dan ekuitas yang merupakan daftar dari hutang dan kewajiban perusahaan baik jangka pendek maupun panjang, serta investasi yang ditanam pemilik atau jumlah saham yang dikeluarkan (untuk perusahaan publik).
b) Bagian Neraca
Lebih jauh lagi, neraca bisa dikelompokkan pada 5 bagian saja. 2 bagian aktiva yaitu Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap dan 3 bagian Pasiva, yaitu Hutang Lancar, Hutang Jangka Panjang dan Ekuitas.
Aktiva lancar (Current Asset) merupakan kekayaan berupa harta likuid atau dapat digunakan untuk berinvestasi atau membayar hutang dalam waktu dekat (biasanya di bawah satu tahun), contohnya adalah uang kas, deposito, investasi jangka pendek, barang jadi, dan piutang usaha. Aktiva Lancar disusun berurutan dari atas kebawah berdasarkan likuiditasnya, atau urutan seberapa cepat asset tersebut bisa dirubah menjadi uang.
Aktiva Tetap (Fixed Asset) merupakan kekayaan berupa barang investasi yang tidak likuid atau tidak dapat diuangkan secara cepat tanpa menimbulkan penurunan dalam penilaiannya. Contohnya adalah tanah, gedung, kendaraan bermotor, mesin-mesin produksi, dan juga aktiva lain yang tidak berwujud seperti hak paten, royalti, dan hak merek.
Kewajiban Jangka Pendek (Current Liabilities) adalah kewajiban yang mesti dilunasi dalam jangka waktu satu tahun, contohnya adalah hutang usaha, hutang pajak , hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.
Kewajiban Jangka Panjang (Long Term-Liabilities) merupakan kewajiaban yang jatuh tempo diatas satu tahuncontohnya adalah hutang bank, hutang obligasi, hutang sewa guna usaha, dan lain-lain.
Ekuitas (Shareholders Equity) terdiri dari modal saham, tambahan modal disetor, dan laba ditahan.
c) General Check Up
Berikut beberapa tips untuk membaca dan menganalisa neraca
Bandingkan Aktiva Lancar dan Hutang Jangka Pendek. Jika hutang jangka pendek lebih besar dari aktiva lancar. Ada kemungkinan perusahaan akan mengalami likuiditas jangka pendek. Perusahaan yang sehat biasanya memiliki aktiva lancar lebih besar dari hutang jangka pendek.
Bandingkan Ekuitas dan Total Hutang Jangka Panjang + Hutang Jangka Pendek. Ekuitas dan Total hutang merupakan indikasi sumber permodalan perusahaan, apakah perusahaan dijalankan dengan modal sendiri atau dari pinjaman bank. Perusahaan yang baik biasanya memiliki perbandingan yang berimbang antara Ekuitas dan Total hutang.
Perhatikan perubahan angka yang signifikan dari tahun sebelumnya.
Dari sisi Aktiva , misalkan terjadi tambahan signifikan pada aktiva tetap berarti perusaahaan baru saja membeli Aktiva Tetap. Atau andaikata terjadi kenaikan signifikan pada Piutang Usaha, bisa mengindikasikan masalah penagihan penjualan. Pada sisi pasiva, jika terjadi lonjakan hutang, mengindikasikan penambahan hutang baru atau kenaikan hutang akibat melonjaknya dollar.
a) Contoh Laporan Rugi Laba
b) Bagian Laporan Rugi Laba
Kebanyakan orang hanya memperhatikan Laba Bersih (Net profit) atau Laba Per Saham (EPS atau Earning per Share) jika dihadapkan pada laporan laba rugi. Tanpa kita sadari, sebenarnya banyak informasi penting tentang perusahaan yang dapat kita ketahui dari laporan laba rugi, misalnya dari item-item pada laporan itu sendiri.
Penjualan. Angka penjualan berasal dari penjualan barang dan jasa secara kredit maupun tunai pada periode tertentu.
Harga pokok penjualan, pada perusahaan dagang biasa merupakan nilai perolehan barang yang akan dijual kembali, sedangkan pada perusahaan manufaktur merupakan biaya yang dikeluarkan hingga produk tsb. siap dijual.
Laba kotor adalah selisih antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan. Disebut laba kotor karena jumlah ini masih harus dikurangi dengan biaya-biaya usaha.
Biaya-biaya usaha sendiri biasanya dikelompokkan lagi ke dalam beban penjualan dan beban administrasi.
Beban penjualan adalah semua biaya yang dikeluarkan dalam hubungannya dengan penjualan yang dilakukan perusahaan, misalnya promosi, pengangkutan, dan sebagainya.
Beban administrasi adalah semua biaya yang bersifat umum dalam perusahaan, misalnya gaji dan upah, listrik, air dan telepon, pemeliharaan dan lain-lain.
Laba usaha selanjutnya akan menghitung hasil dari pengurangan laba bruto dengan beban usaha. Laba usaha ini semata-mata berasal dari kegiatan utama perusahaan.
Pendapatan (beban) lain-lain adalah pendapatan atau beban lain-lain yang berasal bukan dari kegiatan utama perusahaan. Yang termasuk dalam hal ini misalnya keuntungan dari penjualan aktiva tetap dan pendapatan sewa. Angka pendapatan (beban) lain-lain bisa sangat berfluktuasi tajam akibat perubahan nilai tukar, yang menyebabkan perubahan tajam pada item laba (kerugian) akibat kurs mata uang asing
Laba (rugi) sebelum pajak, dihitung menambahkan (7) Laba Usaha dengan Pendapatan (beban) lain-lain. Mencerminkan keuntungan (rugi) dari kegiatan utama dan kegiatan sampingan.
Laba bersih yang mencerminkan kenaikan bersih terhadap modal. Sebaliknya, apabila anda menemukan perhitungan rugi bersih, sejumlah itulah penurunan atas modal perusahaan. Laba bersih inilah yang sering dilihat oleh para pengguna laporan keuangan (misalnya investor) karena pembagian dividen biasanya berasal dari jumlah ini.
(c) General Check Up
Setelah mengetahu elemen laporan laba (rugi) , berikut beberapa tips guna menganalisa laporan ini :
1. Mulai dari atas, bukan dari bawah. Untuk membaca laporan (rugi) bersih, sangat mudah dimanipulasi dan terdistorsi oleh pendapatan (beban) lain-lain sehingga tidak mencerminkan apa-apa. Bacalah dari atas
2. Penjualan. Lihat angka Penjualan.., dan bandingkan dengan penjualan tahun lalu, perhatikan apakah ada peningkatan penjualan. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang selalu mengalami peningkatan penjualan. Hitung berapa persen peningkatan penjualan tersebut. Pada contoh diatas PT. Untung Terus mengalami kenaikan penjualan 20%
3. Laba Kotor. Hitung prosentas kenaikan laba kotor dibandingkan tahun lalu. Kemudian bandingkan dengan prosentase kenaikan penjualan
Jika % kenaikan laba kotor lebih kecil % kenaikan penjualan biaya produksi atau harga pokok penjualan meningkat lebih cepat dan perusahaan menjual barang dengan margin atau keuntungan yang lebih rendah, dan sebaliknya. Pada contoh terlihat bahwa kenaikan laba kotor hanya 16.7%, lebih kecil dibandingkan kenaikan penjualan 20%.
4. Laba Usaha. Hitung Prosentase kenaikan laba usaha dibandingkan tahun lalu. Kemudian bandingkan dengan prosentase kenaikan laba kotor. Jika % kenaikan laba usaha lebih kecil % kenaikan laba kotor mengindikasikan adanya lonjakan biaya operasional, atau berkurangnya efisiensi, dan sebaliknya. Pada contoh PT. Untung Terus mengalami kenaikan laba usaha 19.5% lebih besar dari kenaikan laba kotor 16.7%
5. Pendapatan (beban) lain-lain. Angka pada item-item pendapatan (beban) lain-lain seringkali sangat fluktuatif dan sangat besar (signifikan), walau belum tidak banyak mempengaruhi kinerja operasional perusahaan.
Berikut analisa item penting dari pendapatan (beban) lain-lain
Beban bunga bank, perhatikan jika ada lonjakan tajam pada beban bunga, sebab ini mengindikasikan besarnya pinjaman baru, atau melonjaknya beban bunga akibat deresiasi rupiah atas pinjaman dollar.
Keuntungan (kerugian) perubahan kurs, perubahan tajam item keuntungan (kerugian) kurs, mengindikasikan adanya pinjaman perusahaan dalam USD. Besarnya fluktuasi angka berbanding lurus dengan besarnya pinjaman USD yang dimiliki perusahaan. Jika perusahaan selama tahun neraca tidak membayar pinjaman dollar tersebut, berarti keuntungan atau kerugian perubahan kurs tadi hanyalah diatas kertas semata, dan tidak mempengaruhi aliran kas perusahaan. Perubahan angka item ini cukup besar tergantung fluktuasi nilai tukar, akan tetapi sering tidak berarti banyak dalam menilai kinerja bisnis perusahaan.
Perhatikan perubahan signifikan angka lainnya. Misal item keuntungan (kerugian) penjualan aset
6. Laba Rugi Bersih. Angka ini merupakan angka terakhir yang mesti anda lihat. Sebab angka ini tidak akan berarti apa-apa jika anda tidak tahu asal perolehan dan hal yang mempengaruhi.
7. Laba Bersih Per Saham. Berasal dari laba bersih dibagi jumlah saham beredar. Seperti halnya Laba Bersih angka ini tidak berarti banyak jika anda tidak mengetahui item-item yang mempengaruhinya.
(a) Contoh Laporan Arus Kas
Laporan arus kas perusahaan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti:
Darimana uang kas selama periode tersebut?
Berapakah uang kas yang digunakan selama periode tersebut?
Untuk apa sajakah uang kas tersebut?
Berapakah perubahan dalam saldo kas selama periode tersebut?
b) Bagian Laporan Arus Kas
Penerimaan dan pembayaran kas selama satu periode tersebut akan digolongkan dalam tiga klasifikasi kegiatan :
1. Aktivitas Operasi
Dari aktivitas operasi, arus masuk kas akan terjadi apabila pendapatan dari operasi utama perusahaan lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran kas untuk beban operasi. Sebaliknya, arus kas keluar akan terjadi bila pengeluaran lebih besar dibandingkan pendapatannya.
2. Aktivitas Investasi
Arus masuk kas dari aktivitas investasi, biasanya muncul dari hasil penjualan kekayaan, penjualan surat utang atau ekuitas dari entitas lain, atau penerimaan pelunasan pinjaman dari entitas lain. Sedangkan arus keluar kas akan timbul karena pembelian kekayaan, pabrik, dan peralatan, pembelian sekuritas utang dan ekuitas dari entitas lain, serta pinjaman kepada entitas lain.
3. Aktivitas Pendanaan.
Sedangkan dari aktivitas pendanaan, arus kas masuk biasanya berasal dari penerbitan sekuritas ekuitas dan utang (obligasi dan wesel). Arus kas keluar akan timbul karena pembayaran dividen, penebusan utang, dan akuisisi kembali saham modal.
(c) General Check Up
1. Sumber Informasi. Sumber informasi penyusunan arus kas biasanya didapatkan dari neraca komparatif perusahaan dalam dua tahun terakhir, laporan laba rugi periode berjalan, dan data transaksi lainnya. Yang anda perlu ingat adalah laporan arus kas hanya menampilkan kejadian-kejadian yang melibatkan kas saja sehingga transaksi lain yang tidak melibatkan kas harus dihilangkan efeknya (baik dengan cara dikurangkan maupun ditambahkan pada perhitungan laba rugi). Hal ini anda bisa lihat pada perhitungan arus kas dari aktivitas operasi pada laporan arus kas di atas.
2. Arus Kas dari Aktivitas Operasi. Dihitung dengan cara menambahkan laba bersih dengan perhitungan biaya yang tidak melibatkan kas (seperti penyusutan dan amortisasi) serta perubahan pos aktiva dan pasiva lancar.
Laba bersih PT. Untung Terus Rp. 189,700 harus ditambahkan penyusutan dan amortisasi (Rp. 5,000 dan 2,000) dikurangi laba penjualan asset, serta disesuaikan dengan perubahan pos aktiva dan pasiva lancar.
3. Arus Kas dari Aktivitas Investasi. Sesuai dengan namannya, bagian ini akanmencerminkan arus dana masuk/keluar sebagai akibat pembelian atau penjualan aktiva tetap. Dari laporan arus kas di atas, aktivitas investasi membukukan nilai negatif, yaitu (Rp. 70,000), yang artinya pengeluaran kas untuk kegiatan investasi lebih besar dibandingkan dengan pemasukannya. Kegiatan yang menyebabkan pengeluaran kas tersebut yaitu pembelian peralatan dan tanah. Apabila anda hubungkan dengan kegiatan perusahaan, bisa saja perusahaan memang sedang melakukan ekspansi atau perluasan usaha sehingga kas lebih banyak dikeluarkan untuk tujuan itu.
4. Arus Kas Pendanaan. Sementara itu, aktivitas pendanaan juga memperlihatkan arus kas negatif tahun 2000,dimana pengeluaran untuk dividen lebih besar dari kenaikan hutang. Sedangkan pada tahun 1999 arus kas dari pendanaan positif karena adanya arus masuk akibat peneluaran saham baru.
5. Saldo Akhir. Selanjutnya dari ketiga aktivitas tersebut, anda harus menghitung peningkatan atau penurunan kas yang terjadi yang kemudian ditambahkan dengan kas awal. Pada contoh di atas, kenaikan bersih kas than 2000 Rp. 94,600 ditambahkan dengan kas awal yaitu Rp 300,000 akan menjadi Rp 394,600. Inilah nilai kas anda pada akhir tahun.















5) Rasio-Rasio Penting
(a) Per Share Ratios
Ada satu lagi 'produk sampingan' dari laporan keuangan yang tidak kalah pentingnya yaitu rasio keuangan. Rasio ini dihitung dari laporan keuangan yang sudah ada, baik neraca maupun laba rugi. Rasio-rasio ini sangat mempermudah upaya pembandingan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun atau malah dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Contoh-contoh rasio keuangan penting, antara lain:
Per Share Ratios
Rasio ini didapatkan dengan membagi laba bersih perusahaan dengan jumlah saham beredar. Dari perhitungan di atas, setiap satu lembar saham akan mendapatkan bagian laba sebesar Rp 100.
Rasio ini ingin menyampaikan berapa besar bagian dividen yang akan didapatkan oleh setiap saham, dalam hal ini jumlah saham telah dirata-ratakan secara tertimbang. Jumlah saham beredar yang dipergunakan sama dengan yang tercantum dalam balance sheet.
Sales per Share menunjukkan bagian dari penjualan yang akan didapatkan oleh rata-rata tertimbang saham beredar.
Rasio ini menghitung bagian arus kas yang dapat diterima oleh rata-rata tertimbang saham beredar. Arus kas yang dipergunakan sebagai numerator adalah yang berasal dari aktivitas operasi sebagai representasi produktivitas perusahaan dalam kegiatan utamanya.

b) Price Ratios
Analisa jenis ini biasa disebut price earning ratio, adalah perbandingan harga saham dengan laba per saham yang kemudian menjadi ukuran penting yang menjadi landasan pertimbangan seorang investor membeli saham sebuah perusahaan.
Hal umum yang dilakukan adalah menjadikan rasio P/E sebagai pembanding untuk menilai pertumbuhan suatu perusahaan. Artinya, pertumbuhan sebuah perusahaan dinilai tinggi jika rasio P/E perusahaan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rasio P/E perusahaan dalam industri yang sejenis.
Rasio ini adalah kebalikan dari P/E ratio yang pada dasarnya sama dengan P/E yaitu menghitung tingkat pengembalian earning yang dibandingkan dengan harga saham per lembar.
Dividen Yield adalah persentase dari harga saham perusahaan dengan besarnya dividen yang dibayarkannya. Misalnya, jika sebuah perusahaan membayarkan Rp. 10 dividen dalam 1 kuartal dan harga sahamnya diperdagangkan Rp 1000 per lembar, maka yield dividennya adalah 4%.
Rasio ini membandingkan antara nilai saham menurut pasar dengan harga saham berdasarkan book value. Perhitungan ini ingin melihat berapa besar tingkat undervalued maupun overvalued harga saham yang dihitung berdasarkan book value setelah dibandingkan dengan harga pasar.
(c) Profitability Ratios
Rasio ini ingin menunjukkan tingkat pengembalian keuntungan perusahaan terhadap modal yang dimiliki. Perhatikan bagian penyebut rasio di atas. Bagian short term accrued payable sengaja dikurangkan dari tangible assets karena komponen bunganya tidak dapat diobservasi.
Sama halnya dengan return on capital, rasio ini hendak menghitung pengembalian keuntungan perusahaan terhadap modal yang dimiliki perusahaa atau bias juga disebut rasio perputaran. Jika pada rasio sebelumnya keuntungan perusahaan dinyatakan dengan net income, maka pada rasio ini variabel yang ingin dibagi adalah penjualan.
Earning Margin ini menghitung hasil operasi perusahaan pada satu periode. Keuntungan yang didapatkan dibandingkan langsung penjualan yang terjadi. Keuntungan yang dipergunakan di sini masih mempergunakan jumlah keuntungan sebelum dikurangi pajak dan juga sebelum pendapatan dari kegiatan non operasi dimasukkan
d) Growth Ratio
Rasio ini hendak menghitung tingkat pertumbuhan penjualan yang perhitungannya adalah membandingkan antara penjualan pada akhir periode dengan penjualan yang dijadikan periode dasar. Apabila nilai perbandingannya makin besar, maka anda bisa mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan penjualan perusahaan makin baik
Perhitungan ini hendak membandingkan antara penghasilan total pada akhir periode dengan periode yang dijadikan dasar perhitungan.
Rasio yang satu ini ingin melihat pertumbuhan EPS dengan cara membandingkan nilai EPS periode akhir dengan EPS periode dasar. Seperti halnya rasio-rasio pertumbuhan sebelumnya, nilai rasio ini jika semakin besar akan semakin baik.
(e) Payout ratios
Rasio ini ingin menjelaskan berapa besar porsi dividen dari net income perusahaan. Apabila rasio ini makin besar, anda bisa berharap banyak bahwa dividen yang dibagikan relatif makin besar pula dari net income. Artinya perusahaan memang mengalokasikan keuntungannya saat itu untuk para pemegang sahamnya. Sebaliknya jika rasio ini makin kecil, artinya perusahaan mengalokasikan sebagian besar laba bersihnya untuk berinvestasi lagi atau memenuhi keperluan perusahaan yang lain.
Tidak berbeda jauh dengan payout ratio, dividend to cash flow ratio juga dipergunakan untuk menghitung porsi dividen yang dalam rasio kali ini diperhitungkan dari arus kas. Arus kas yang dimaksudkan adalah yang berasal dari aktivitas operasi yang telah dikurangkan dengan pajak.
f) Credit Ratios
Rasio ini ingin mengukur kemampuan aktiva lancar memenuhi kewajiban lancarnya. Dalam perhitungan di atas, perusahaan memiliki kemampuan memenuhi kewajiban lancarnya sebesar 2 kali dari aktiva lancarnya. Dengan kata lain, likuiditas perusahaan bisa dikatakan cukup tinggi.
Rasio ini juga masih mengukur kemampuan likuiditas perusahaan. Hanya saja, berbeda dengan current ratio, persediaan dalam aktiva lancar sengaja dikurangkan karena menurut beberapa pendapat, persediaan tidak cukup likuid untuk dikonversikan segera ke dalam bentuk kas. Dari perhitungan di atas, besar quick ratio perusahaan adalah 1.5 kali.
Perhitungan rasio ini menghasilkan Rp 5 juta sebagai hasil pengurangan dari aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Ini menandakan perusahaan cukup sehat karena mampu menyediakan dana untuk kegiatan operasi perusahaan.
Rasio ini mirip dengan current ratio, yaitu mengukur likuiditas perusahaan. Rasio ini lebih menitikberatkan pada kas dan setara kas yang dibandingkan langsung dengan kewajiban lancar. Apabila nilai rasio ini cukup tinggi, itu berarti kesiapan kas perusahaan untuk sewaktu-waktu dipergunakan memenuhi kewajiban lancar cukup bagus. Tetapi berhati-hatilah apabila jumlah kas perusahaan ternyata melebihi kewajaran karena, anda perlu ingat, ada opportunity cost yang hilang karena akan lebih baik jika kas tersebut diinvestasikan dengan harapan nilainya akan bertambah
(g) Other Ratios
Rasio lainnya yaitu EV/SE yaitu menilai suatu perusahaan dengan mengurangi nilai kapitalisasi pasar dengan kas dan yang setara dengan kas ditambah dengan hutang yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Alasan mengapa mengurangkan kas dan yang setara dengan kas adalah karena jika seorang investor membeli sebuah perusahaan, maka ia akan mendapatkan seluruh kas yang saat ini dimiliki perusahaan.
Rasio ini mengukur berapa besar perputaran persediaan yang terjadi pada perusahaan. Makin besar rasio yang dihasilkan, menandakan perputaran persediaan yang makin besar pula, yang berarti perusahaan memiliki kemampuan berproduksi yang baik sehingga persediaan tidak lama tertumpuk.
Rasio ROE ini untuk menentukan tingkat pengembalian pada ekuitas (Return on Equity / ROE). ROE adalah sebuah ukuran dari besarnya jumlah laba dari sebuah perusahaan yang dihasilkan dalam 1 tahun terakhir dibandingkan dengan nilai ekuitasnya. Tidak seperti yang lainya, satuan dari ROE ini adalah persentase.
Account Receivable Turnover ini menghitung berapa besar kemampuan perusahaan mendapatkan pelunasan piutangnya. Semakin tinggi nilainya semakin cepat piutang perusahaan dapat tertagih seiring juga dengan peningkatan penjualan perusahaan tersebut.
Dari ketiga laporan keuangan di atas, para investor memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang pentingnya satu laporan keuangan relatif terhadap yang lain. Adakalanya investor melihat bahwa laporan laba rugi adalah yang paling penting karena menampilkan kinerja perusahaan selama satu periode hingga menghasilkan laba (rugi) perusahaan. Tetapi, di pihak lain ada pula yang menganggap bahwa neraca lah yang paling penting karena bisa menyajikan posisi keuangan perusahaan saat itu, hingga mereka bisa menilai apakah perusahaan tersebut sedang sehat atau tidak (terutama dari komposisi hutang dan asetnya). Ada pula yang lebih senang melihat laporan arus kas sebagai penilai kinerja perusahaan terutama dari sisi likuiditasnya. Yang menarik adalah banyak pula investor yang lebih senang melihat rasio-rasio keuangan yang tentunya bisa dibandingkan dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya atau malah bisa dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama.
Apapun jenis laporan keuangan yang anda jadikan patokan penilaian, tidak akan menjadi masalah apabila anda bisa membacanya dengan baik dan menginterpretasikannya dengan benar. Oleh karena itulah, kemampuan anda untuk membaca dan menganalisa laporan keuangan sangat diperlukan. Satu lagi yang perlu anda ingat bahwa membaca laporan keuangan tidak serumit yang dibayangkan dan tidak ada kata terlambat untuk mulai mempelajarinya.

Diambil dari Posting salah satu millist saham.